
BANDUNG — Di balik dinding ruang piano Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), para mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Musik tidak sekadar memainkan melodi, melainkan menciptakan karya seni baru. Setiap hari Selasa, pukul 10.20 hingga 12.00, mereka mengikuti mata kuliah Piano Performance yang revolusioner, dipandu oleh Dr. Henry Virgan, S.Pd, M.Pd.
Berbeda dari metode tradisional, pendekatan pengajaran di kelas ini berpusat pada eksplorasi dan kreativitas mahasiswa (student center). Mereka ditantang untuk membuat aransemen orisinal, mengeksplorasi musik piano sesuai minat masing-masing, dan menginterpretasikan sebuah karya melalui penjiwaan. Dr. Henry Virgan berperan sebagai mentor, memberikan arahan dan ulasan yang membangun, bukan sekadar instruksi.
“Mahasiswa harus mampu menginterpretasikan karya seni dan menyampaikan seni tersebut melalui sebuah pertunjukan,” ujar Sopian Muhamad mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Musik. Ini menjadi alasan fundamental mengapa mata kuliah ini wajib diikuti oleh setiap calon musisi.
Di dua lokasi, yaitu ruang piano lantai 1 dan lantai 6 gedung FPSD, mahasiswa mengeksplorasi berbagai kemungkinan musikal. Suasana ini membuktikan bahwa pendidikan seni musik di UPI tidak hanya berfokus pada penguasaan teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter musisi yang kreatif dan ekspresif. Dengan pendekatan ini, FPSD UPI mempersiapkan para lulusannya untuk menjadi seniman andal yang tidak hanya mampu memainkan piano, tetapi juga menyampaikan narasi dan emosi melalui setiap sentuhan pada tuts.
