Mahasiswa Pendidikan Geografi UPI Asah Keterampilan Survei Lewat Praktikum Pengukuran Beda Tinggi

8c4bb1a5-7705-4d9f-96a1-1d32d8557c35
previous arrow
next arrow

Bandung — Mahasiswa Pendidikan Geografi Angkatan 2024 melaksanakan praktikum pengukuran beda tinggi sebagai bagian dari penguatan kompetensi dasar dalam bidang survei dan pemetaan terestris. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa memahami konsep nilai beda tinggi antar titik secara langsung di lapangan.

Praktikum yang berlangsung rutin setiap hari Selasa, mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB, dilaksanakan di lingkungan kampus UPI. Selama kegiatan, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim dengan pembagian peran yang jelas. Setiap kelompok terdiri dari anggota yang bertugas sebagai pembidik (operator waterpass) serta anggota lain yang memegang rambu ukur.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempraktikkan teknik pengukuran menggunakan alat waterpass dan rambu ukur melalui tiga metode utama. Metode pertama dilakukan dengan posisi alat tepat di atas titik referensi. Metode kedua dilakukan ketika posisi alat tidak sejajar dengan rambu ukur, sehingga membutuhkan ketelitian lebih dalam pembacaan. Sementara metode ketiga dilakukan dengan posisi alat berada di antara dua rambu ukur secara sejajar untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

Kegiatan ini dinilai penting karena pengukuran beda tinggi merupakan salah satu kemampuan dasar dalam dunia survei dan pemetaan. Dengan memahami teknik ini, mahasiswa diharapkan mampu menentukan perbedaan elevasi antar titik secara tepat, yang nantinya sangat berguna dalam berbagai aplikasi seperti pemetaan topografi, perencanaan wilayah, hingga pembangunan infrastruktur.

Melalui praktikum ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan. Hal ini menjadi bekal penting untuk membentuk keterampilan profesional di bidang geografi dan survei di masa depan.

Scroll to Top