


Bandung — Sejumlah mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkumpul di halaman depan Masjid Al-Furqan UPI sebelum keberangkatan menuju lokasi Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di Ciwidey. Momen tersebut menjadi simbol kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan program bertema “Spirit Kolaborasi dan Pembangunan Masyarakat Berkelanjutan”.
Kegiatan P2M 2026 dilaksanakan pada 6–8 April 2026 di Desa Cibuni. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa PKN, dosen, hingga masyarakat mitra, dengan sasaran utama masyarakat dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan.
Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan program yang berdampak nyata serta berkelanjutan. Melalui sinergi ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, P2M 2026 menghadirkan berbagai program unggulan, di antaranya Kegiatan Rasa Warga (Ruang Sehat bersama Warga), Tabligh Akbar, Lomba Cerdas Cermat Kewarganegaraan, Digital Village Movement, U-Combo (Competition of Board), SETAPACH (Sehat melalui Tanaman Obat Bersama Mapach), serta Malam Kreasi Seni. Ragam kegiatan ini dirancang untuk menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, teknologi, hingga penguatan nilai sosial dan budaya masyarakat.
Kolaborasi menjadi kunci utama dalam kegiatan ini karena pembangunan masyarakat berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara aktif dan berkesinambungan. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, program yang dijalankan diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang.
Pelaksanaan P2M 2026 juga dinilai relevan dengan kebutuhan saat ini, di mana masyarakat memerlukan inovasi dan pendampingan dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan terhadap pembangunan daerah.
Strategi pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan secara langsung dalam setiap kegiatan. Sementara itu, keberhasilan program diukur dari tingkat partisipasi masyarakat, perubahan perilaku positif, serta keberlanjutan program setelah kegiatan selesai.
Dampak dari kegiatan ini diharapkan sudah mulai terlihat sejak proses pelaksanaan, khususnya dalam peningkatan kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Ke depannya, program ini diharapkan terus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Desa Cibuni dan sekitarnya.
