

Jakarta, 28 April 2026 — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan kerja mahasiswa terus menjadi perhatian berbagai pihak. Hal ini menjadi sorotan dalam acara Global Learning Opportunities with edX yang diselenggarakan oleh REFO di Semasa Dulu, Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (28/4).
Acara yang berlangsung pukul 13.45 hingga 15.45 WIB ini menghadirkan diskusi mengenai tantangan pendidikan tinggi di era digital, khususnya dalam menghadapi perkembangan pesat teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan industri yang terus berubah.
Dalam pemaparannya, perwakilan edX menekankan bahwa institusi pendidikan saat ini menghadapi sejumlah tantangan utama, seperti sulitnya memperbarui kurikulum secara cepat, rendahnya kesiapan kerja lulusan, serta kebutuhan untuk memperluas akses pembelajaran berkualitas melalui sistem digital.
Sebagai solusi, edX menawarkan platform pembelajaran global yang memungkinkan mahasiswa mengakses kursus dari universitas ternama dunia tanpa harus pergi ke luar negeri. Model pembelajaran yang ditawarkan meliputi sistem fleksibel (self-paced learning), pembelajaran berbasis kelompok (cohort-based learning), hingga program sertifikasi profesional yang diakui industri.
“Pembelajaran tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Mahasiswa di Indonesia kini dapat mengakses materi dari Harvard, MIT, hingga perusahaan teknologi global secara langsung,” ungkap salah satu pembicara dalam sesi tersebut.
Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa lebih dari 100 juta pengguna telah memanfaatkan platform edX, dengan lebih dari 4.500 program pembelajaran dan 30.000 keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Bahkan, sekitar 60 persen perusahaan Fortune 500 telah menggunakan edX untuk meningkatkan kompetensi karyawan mereka.
Sejumlah studi kasus juga menunjukkan dampak positif implementasi edX di berbagai institusi pendidikan, termasuk peningkatan keterlibatan mahasiswa, penguatan keterampilan praktis, serta peningkatan daya saing lulusan di dunia kerja.
Selain itu, penggunaan teknologi berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran dinilai mampu meningkatkan partisipasi dan hasil belajar mahasiswa. Pendekatan ini dipadukan dengan peran pengajar dan mentor untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perguruan tinggi di Indonesia dapat terus beradaptasi dan mengembangkan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan industri.
“Ini bukan tentang menggantikan sistem pendidikan yang sudah ada, tetapi melengkapinya agar lebih efektif dan dapat menjangkau lebih banyak peserta didik,” tutup penyelenggara.
