



Sumedang – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melepas 485 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026 dalam sebuah prosesi pelepasan yang berlangsung di Kabupaten Sumedang. Mahasiswa yang tergabung dalam 39 kelompok di 39 desa yang tersebar di empat kecamatan, yakni Jatigede, Cisitu, Wado, dan Jatinunggal.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pimpinan Universitas Pendidikan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Sumedang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.
Selain Garut dengan jumlah peserta 47 mahasiswa dan Ciamis 37 mahasiswa, Kabupaten Sumedang menjadi lokasi utama pelaksanaan KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026 dengan jumlah penempatan mencapai 85,2 persen dari total 569 mahasiswa peserta KKN. Kecamatan Jatigede menjadi wilayah dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 136 mahasiswa, disusul Kecamatan Cisitu sebanyak 126 mahasiswa, Kecamatan Wado 113 mahasiswa, dan Kecamatan Jatinunggal 110 mahasiswa.
Dalam rangkaian acara, Kepala Divisi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., M.Pd., menyampaikan laporan pelaksanaan KKN kepada Bupati Sumedang sebagai pengantar prosesi pelepasan mahasiswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI serta pengarahan dari Bupati Sumedang.
Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., dalam arahannya menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggali potensi daerah, memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan masyarakat, serta menghadirkan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Pelepasan mahasiswa KKN turut dihadiri oleh Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, S.I.K., Danramil Situraja Lettu Tri, Camat Cisitu H. Edi Wahyu, S.IP., M.Si., para kepala desa lokasi penempatan KKN, 48 dosen pembimbing lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan sivitas akademika UPI menjadi wujud sinergi dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Selain menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, KKN juga diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta memperkuat kemitraan antara Universitas Pendidikan Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mendukung pembangunan daerah.
Program KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif serta menghadirkan solusi bagi berbagai kebutuhan dan tantangan pembangunan di tingkat desa.
