



Bandung — Kompetisi olahraga antar kampus kembali digelar secara lebih besar pada musim 2026. Ajang yang sebelumnya hanya mempertandingkan futsal kini berkembang menjadi kompetisi multi cabang olahraga dengan cakupan nasional di lima kota besar Indonesia.
Di Universitas Pendidikan Indonesia, pelaksanaan kompetisi berlangsung pada 17–22 Mei 2026 bertempat di Gedung Gymnasium UPI. Dalam wawancara yang dilakukan bersama Hedi Novianto, menjelaskan bahwa tujuan utama kompetisi tersebut bukan sekadar mencari juara, tetapi membentuk mahasiswa yang unggul secara menyeluruh melalui perpaduan olahraga, akademik, dan karakter.
“Visi kami ingin menciptakan manusia Indonesia yang seutuhnya. Karena itu kami menggunakan olahraga sebagai pondasi pembinaan mahasiswa atlet,” ujar Hedi.
Menurutnya, terdapat tiga pilar utama yang menjadi dasar pembinaan peserta, yakni athleticism atau kemampuan fisik dan olahraga, academic atau prestasi akademik, serta affinity yang berkaitan dengan empati dan karakter sosial mahasiswa.
Pada musim pertama atau season 1, kompetisi membuka peluang bagi mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia untuk ikut serta, dengan syarat peserta merupakan mahasiswa aktif dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,25.
Meski demikian, penyelenggara menegaskan bahwa hadiah beasiswa hanya diberikan kepada peserta yang memiliki IPK minimal 3,00.
“Untuk ikut kompetisi minimal IPK 2,25 sudah bisa. Tetapi jika ingin mendapatkan beasiswa ketika menjadi juara, IPK minimalnya harus 3,” jelasnya.
Kompetisi tersebut sebenarnya telah dimulai sejak tahun lalu, namun kala itu hanya mempertandingkan cabang futsal di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta. Tahun ini, skala penyelenggaraan meningkat drastis dengan tambahan cabang olahraga basket dan badminton.
Selain itu, penyelenggaraan juga diperluas ke lima kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Samarinda. Khusus cabang badminton, Yogyakarta digantikan oleh Semarang sebagai tuan rumah.
Ajang olahraga mahasiswa ini berlangsung mulai 22 April hingga 13 Juni 2026 dengan sistem seri. Ke depan, penyelenggara berencana menerapkan sistem home and away agar atmosfer kompetisi semakin kompetitif dan profesional.
Tidak hanya fokus pada pertandingan, penyelenggara juga ingin mendorong kampus-kampus di Indonesia untuk memiliki fasilitas olahraga yang lebih baik dan sesuai standar.
“Kami ingin kampus memiliki stadion, GOR, atau gymnasium yang kompetitif dan representatif,” katanya.
Pada akhir musim nanti, akan digelar “Uni Games”, sebuah ajang multi-event yang konsepnya menyerupai Olimpiade, SEA Games, atau PON. Dalam ajang tersebut, berbagai cabang olahraga lain juga akan dipertandingkan sebagai penutup musim kompetisi.
Penyelenggara berharap kompetisi ini dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan jumlah lulusan sarjana di Indonesia melalui jalur olahraga dan beasiswa pendidikan.
