



Bandung – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat transformasi pendidikan digital melalui penyelenggaraan Workshop Pengembangan Modul Digital Mata Kuliah Penciri Program Studi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Batch 2 yang dilaksanakan pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Gedung Gazali Soerianatasoedjana (PPG) Lantai 1 UPI Bandung.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta ini menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi persyaratan penyelenggaraan serta akreditasi Program Studi PJJ di lingkungan UPI. Melalui workshop ini, setiap program studi ditargetkan mampu menghasilkan lima modul digital mata kuliah penciri yang berkualitas dan sesuai dengan standar pembelajaran modern.
Workshop menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pimpinan universitas, ketua dan sekretaris program studi, koordinator pengembangan kurikulum, hingga dosen pengampu mata kuliah penciri PJJ. Narasumber kegiatan berasal dari jajaran Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital, Kecerdasan Buatan, dan Metamesta, termasuk Kepala Divisi serta Kepala Seksi yang membidangi pengelolaan pembelajaran digital dan kecerdasan buatan.
Kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pagi berfokus pada pengembangan modul digital Program Studi Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Kewarganegaraan, sementara sesi siang diperuntukkan bagi Program Studi Manajemen dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Selain sesi pembukaan dan arahan dari pimpinan UPI, peserta juga memperoleh pendampingan secara langsung dalam proses penyusunan modul digital.
Pelaksanaan workshop ini mencerminkan komitmen UPI dalam mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi, memperluas akses pendidikan tinggi yang fleksibel, serta menghadirkan pengalaman belajar jarak jauh yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan perkembangan era digital.
“Pengembangan modul digital menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan kualitas pembelajaran jarak jauh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa masa kini,” menjadi semangat utama yang melandasi pelaksanaan kegiatan ini.
Selain fokus pada transformasi digital, kegiatan juga mendukung program keberlanjutan kampus melalui penerapan prinsip GreenMetric, dengan mengajak seluruh peserta membawa tumbler pribadi guna mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai.
