



Bandung, 26 Februari 2026 — Sejumlah mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengikuti kegiatan Halaqah Qur’an yang digelar di selasar Masjid Al-Furqon UPI, Kamis (26/2/2026) pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan konsep duduk melingkar di ruang terbuka yang asri, menciptakan atmosfer belajar yang interaktif dan penuh kebersamaan.
Halaqah Qur’an tersebut diikuti oleh 18 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) kelas 2A. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam, Dr. Hj. Kokom St Komariah, M.Pd., yang turut memberikan arahan dan pembinaan selama kegiatan berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, halaqah diawali dengan pengenalan singkat mengenai dasar-dasar ilmu tajwid oleh dosen pembimbing. Selanjutnya, mahasiswa mengikuti tes membaca Al-Qur’an secara bergiliran. Setiap bacaan dikoreksi langsung, khususnya pada aspek makharijul huruf dan penerapan hukum tajwid, sehingga peserta mendapatkan evaluasi yang mendalam dan personal. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama.
Tujuan utama diselenggarakannya Halaqah Qur’an ini adalah untuk memberikan bimbingan lanjutan dan pendalaman bacaan Al-Qur’an, terutama dalam penggunaan tajwid yang benar. Program ini ditujukan bagi mahasiswa yang memerlukan penguatan kompetensi membaca Al-Qur’an secara lebih baik dan sistematis.
Selain sebagai bagian dari proses pembelajaran mata kuliah, kegiatan ini juga memiliki nilai spiritual yang penting. Mahasiswa tidak hanya mengejar aspek akademik, tetapi juga membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan memanfaatkan ruang terbuka kampus, suasana halaqah terasa lebih cair namun tetap fokus. Para peserta tampak antusias membaca dan menyimak penjelasan, sekaligus berdiskusi secara bergiliran. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan pemahaman keilmuan sekaligus mempererat ukhuwah antar mahasiswa di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan Halaqah Qur’an, UPI terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat sebagai bagian dari pembentukan karakter islami di lingkungan perguruan tinggi.
