Mahasiswa UPI Praktik Las GMAW, Dosen: Teknik Ini Jadi Andalan Industri Modern

80b9a0c0-4d09-4c42-ba84-3c229fc4ad62
previous arrow
next arrow

Mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia, terus mengasah keterampilan praktik melalui kegiatan pengelasan di laboratorium kampus.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tampak melakukan proses pengelasan menggunakan teknik Gas Metal Arc Welding (GMAW). Dengan perlengkapan keselamatan seperti helm las dan sarung tangan, mahasiswa terlihat fokus mengendalikan busur listrik yang menghasilkan percikan api saat proses penyambungan logam berlangsung.

Dosen pembimbing, Dr. Yayat, M.Pd., menjelaskan bahwa GMAW merupakan proses pengelasan busur listrik yang menggunakan gas pelindung seperti karbon dioksida (CO₂) atau argon. “Prinsipnya sederhana, arus listrik dialirkan melalui elektroda yang kemudian menyatu dengan benda kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa teknik ini banyak digunakan di dunia industri, khususnya pada sektor manufaktur dan konstruksi. “Hampir semua industri menggunakan metode ini, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan kekuatan sambungan tinggi,” jelasnya.

Menurutnya, GMAW memiliki keunggulan dibandingkan metode lain seperti Shielded Metal Arc Welding (SMAW), terutama karena hasil pengelasannya lebih bersih dan minim terak, sehingga tidak memerlukan banyak proses pembersihan. Namun demikian, metode ini juga memiliki keterbatasan.

“Mobilitasnya lebih berat karena harus membawa tabung gas. Selain itu, jika digunakan di luar ruangan, angin bisa mengganggu gas pelindung,” tambahnya.

Dalam praktiknya, teknik GMAW sering digunakan untuk pengelasan pipa dan konstruksi bangunan. Seiring perkembangan teknologi, metode ini juga mulai menggantikan penggunaan las asetilin yang dinilai kurang efektif untuk kebutuhan kekuatan tinggi.

Lebih lanjut, Dr. Yayat menjelaskan bahwa proses pengelasan GMAW terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu persiapan bahan, pengaturan mesin, dan pelaksanaan pengelasan. “Parameter seperti arus listrik, jenis gas, dan aliran gas harus disesuaikan agar hasilnya optimal,” katanya.

Di dunia industri, proses pengelasan melibatkan berbagai peran, mulai dari helper, fitter, welder, hingga welding inspector dan welding engineer. Sementara di dunia pendidikan, mahasiswa diajarkan untuk memahami seluruh tahapan tersebut secara menyeluruh.

“Mereka tidak hanya belajar mengelas, tetapi juga merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil pekerjaan agar sesuai dengan standar,” ungkapnya.

Melalui pembelajaran berbasis praktik ini, diharapkan mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin UPI mampu menjadi lulusan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia industri maupun pendidikan.

Scroll to Top