Pembelajaran Blended (Bauran)

Pembelajaran Blended (Bauran)

Pembelajaran blended merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan secara terencana pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring dalam satu kesatuan desain pembelajaran. Pendekatan ini memanfaatkan keunggulan masing-masing moda untuk mendukung pencapaian capaian pembelajaran secara lebih efektif, fleksibel, dan interaktif.

Thorne (2003) menekankan integrasi antara teknologi pembelajaran daring dengan interaksi dalam pembelajaran konvensional. Bonk dan Graham (2006) memandang pembelajaran blended sebagai perpaduan keunggulan pembelajaran tatap muka dan daring. Sementara itu, Howard (2006), Piskurich (2006), dan Noord dkk. (2007) menegaskan pentingnya kombinasi aktivitas sinkron dan asinkron yang dirancang sesuai kebutuhan pembelajaran.

Berdasarkan berbagai pandangan tersebut, pembelajaran blended dapat dipahami sebagai pendekatan yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring melalui kombinasi aktivitas sinkron dan asinkron secara sistematis untuk mencapai capaian pembelajaran secara optimal.

Dalam penerapannya, desain pembelajaran blended perlu mempertimbangkan capaian pembelajaran, karakteristik materi, aktivitas belajar, kebutuhan interaksi, karakteristik mahasiswa, serta ketersediaan teknologi dan sumber belajar. Karakteristik utama pembelajaran blended meliputi:

  • Mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring secara terencana sesuai fungsi dan kebutuhan pembelajaran.
  • Memadukan aktivitas sinkron dan asinkron secara proporsional.
  • Memanfaatkan keunggulan setiap moda pembelajaran agar saling melengkapi.
  • Mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui eksplorasi, interaksi, kolaborasi, dan refleksi.
  • Berorientasi pada pencapaian capaian pembelajaran melalui pemilihan moda, aktivitas, media, dan teknologi yang tepat.
Adjunct

Pembelajaran tradisional tetap dominan, lalu diperkaya sumber belajar dan komunikasi daring.

Fully Online

Seluruh interaksi dan materi pembelajaran berlangsung secara daring, dengan kolaborasi online sebagai fitur utama.

Setting Belajar dalam Pembelajaran Blended

Dalam perancangan pembelajaran blended, setting belajar menjadi salah satu komponen penting yang perlu ditetapkan sejak awal. Setting belajar menggambarkan kondisi berlangsungnya proses pembelajaran berdasarkan waktu, tempat, pola interaksi, serta dukungan teknologi yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa.

Setting Belajar dalam Pembelajaran Blended

Secara umum, setting belajar dalam pembelajaran blended terdiri atas sinkron dan asinkron. Pembelajaran sinkron berlangsung ketika dosen dan mahasiswa terlibat pada waktu yang sama, baik pada tempat yang sama maupun berbeda. Sementara itu, pembelajaran asinkron berlangsung tanpa menuntut keterlibatan pada waktu yang sama sehingga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa dalam mengakses materi dan menyelesaikan aktivitas belajar.

Dalam konteks pembelajaran, kedua kategori tersebut dikembangkan menjadi empat setting belajar, yaitu Sinkron Langsung, Sinkron Maya, Asinkron Mandiri, dan Asinkron Kolaboratif.

1. Sinkron Langsung (SL)

Sinkron Langsung merupakan pembelajaran yang berlangsung ketika dosen dan mahasiswa berada pada waktu dan ruang fisik yang sama. Kegiatan dapat dilaksanakan di ruang kelas, laboratorium, studio, bengkel, lapangan, atau lingkungan belajar lain yang relevan. Setting ini sesuai untuk aktivitas yang membutuhkan interaksi langsung, demonstrasi, praktik, diskusi intensif, penggunaan fasilitas tertentu, serta pemberian umpan balik secara langsung.

2. Sinkron Maya (SM)

Sinkron Maya merupakan pembelajaran yang berlangsung pada waktu yang sama tetapi di lokasi yang berbeda, dengan memanfaatkan teknologi komunikasi daring secara waktu nyata (real-time). Setting ini digunakan untuk memfasilitasi interaksi langsung melalui ruang virtual, seperti kuliah daring, diskusi, presentasi, konsultasi, seminar, maupun pembahasan kasus menggunakan platform konferensi video seperti Zoom atau Microsoft Teams.

3. Asinkron Mandiri (AM)

Asinkron Mandiri merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri dan fleksibel, tanpa harus berada pada waktu dan tempat yang sama dengan dosen maupun mahasiswa lainnya. Dosen menyediakan materi dan aktivitas belajar yang dapat diakses melalui lingkungan pembelajaran digital. Aktivitas dapat berupa membaca bahan ajar, menonton video, mendengarkan audio atau podcast, mempelajari presentasi interaktif, melakukan simulasi, mengerjakan latihan atau kuis, serta melakukan refleksi pembelajaran.

4. Asinkron Kolaboratif (AK)

Asinkron Kolaboratif merupakan pembelajaran yang berlangsung pada waktu yang tidak harus bersamaan, tetapi tetap melibatkan interaksi dan kolaborasi antarmahasiswa, dosen, maupun narasumber. Setting ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun pengetahuan melalui diskusi, berbagi gagasan, memberikan umpan balik, memecahkan masalah, dan menghasilkan karya bersama. Aktivitas dapat berupa forum diskusi dalam LMS, peer feedback, proyek kelompok, penyusunan dokumen kolaboratif, dan berbagi sumber belajar.

Aktivitas Pembelajaran Blended

Setelah setting belajar ditetapkan, tahap berikutnya adalah menentukan aktivitas pembelajaran yang sesuai pada setiap setting. Pemilihan aktivitas perlu mempertimbangkan capaian pembelajaran, karakteristik materi, bentuk interaksi yang dibutuhkan, serta tingkat kemandirian dan kolaborasi mahasiswa.

Dalam pembelajaran blended, satu capaian pembelajaran dapat didukung oleh beberapa aktivitas yang berlangsung pada setting berbeda. Karena itu, desainer pembelajaran perlu merancang keterhubungan antara aktivitas Sinkron Langsung, Sinkron Maya, Asinkron Mandiri, dan Asinkron Kolaboratif agar membentuk rangkaian pengalaman belajar yang utuh.

Pilihan aktivitas pada setiap setting dapat dikembangkan sebagai berikut:

Seting Belajar
Sinkron Asinkron
Sinkron Langsung
(SL)
Sinkron Maya
(SM)
Asinkron Mandiri
(AM)
Asinkron Kolaboratif
(AK)
Aktivitas Pembelajaran
  • Ceramah
  • Diskusi
  • Praktek
  • Workshop
  • Seminar
  • Praktek lab
  • Proyek individu/kelompok
  • dll.
  • Kelas virtual
  • Konferensi audio
  • Konferensi video
  • Web-based seminar (webinar)
  • Membaca (reading)
  • Menonton (video, webcast)
  • Mendengar (audio, audiocast)
  • Studi online
  • Simulasi/praktek
  • Latihan
  • Role play
  • Tes
  • Publikasi/jurnal (wiki, blog, dll)
  • Partisipasi dalam diskusi melalui forum diskusi daring.
  • Mengerjakan tugas individu/kelompok melalui penugasan daring.
  • Publikasi individu atau kelompok (melalui wiki, blog, dll).
Scroll to Top