Merancang Pembelajaran Bauran
Merumuskan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
Perancangan pembelajaran bauran (blended learning) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diawali dengan merumuskan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Dalam kerangka capaian pembelajaran pada tingkat perguruan tinggi, program studi, dan mata kuliah, tahap ini berfokus pada kemampuan yang diharapkan dikuasai mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah. Rumusan CPMK perlu selaras dengan capaian pembelajaran lulusan program studi yang dibebankan pada mata kuliah tersebut. CPMK dirumuskan sebagai pernyataan kemampuan atau kinerja mahasiswa yang dapat diamati dan diukur sebagai hasil proses pembelajaran. Kejelasan rumusan ini menjadi landasan bagi dosen dalam menyusun komponen pembelajaran yang saling berkaitan, meliputi:
- Memilih, menetapkan, dan mengorganisasikan materi pembelajaran;
- Menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan yang ditargetkan;
- Menetapkan bentuk dan teknik asesmen untuk mengukur hasil belajar; serta
- Memantau dan mengevaluasi keberhasilan proses pembelajaran.
Kriteria Capaian Pembelajaran
Rumusan capaian pembelajaran perlu menggambarkan kemampuan yang spesifik, dapat diamati, dan dapat dinilai. Tabel berikut merangkum unsur-unsur perumusan sebagaimana tercantum dalam bahan rujukan yang diberikan.
| Tokoh | Unsur Capaian Pembelajaran |
|---|---|
| Mager (1984) |
|
| Clark (2010) |
|
| Kemp et al. (2013) |
Unsur utama:
Unsur pendukung:
|
| Dick, Carey & Carey (2015) |
|
Unsur audience dapat dipahami dari konteks dokumen, tetapi pencantumannya secara eksplisit membantu memperjelas contoh rumusan. Unsur behavior menjadi inti karena menunjukkan kemampuan yang akan dinilai. Kondisi dan standar pencapaian diperjelas sesuai kebutuhan agar pelaksanaan serta penilaiannya memiliki acuan yang sama.
Kata kerja operasional dipilih sesuai dengan kemampuan pada ranah pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Misalnya, kemampuan pengetahuan dapat ditunjukkan melalui kegiatan mengidentifikasi, membandingkan, atau menganalisis; keterampilan melalui kegiatan mengoperasikan atau mendemonstrasikan; serta sikap melalui perilaku yang dapat diamati dalam konteks tertentu.
Ungkapan umum seperti “memahami materi dengan baik” perlu diperjelas menjadi kinerja yang dapat dinilai. Sebagai contoh, “membandingkan karakteristik dua jenis media pembelajaran berdasarkan kriteria yang ditetapkan” memberikan arah penilaian yang lebih jelas.
Di samping itu, Mager (1984) juga menyarankan agar perilaku (behavior) yang dinyatakan dalam bentuk kata kerja aktif tersebut harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
| Kriteria | Keterangan |
|---|---|
| S = Specific | Secara jelas menyatakan perilaku khusus yang harus dikuasai mahasiswa. |
| M = Measurable | Perilaku yang dirumuskan dapat diukur pencapaiannya melalui indikator keberhasilan yang jelas. |
| A = Achievable | Perilaku yang dirumuskan memungkinkan untuk dicapai oleh mahasiswa sesuai dengan kondisi dan proses pembelajaran yang dirancangkan. |
| R = Relevant | Perilaku yang akan dicapai relevan dan kontekstual dengan penerapan pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap dalam kehidupan maupun pekerjaan nyata. |
| T = Time-Bound | Capaian pembelajaran dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan alokasi waktu pembelajaran. |
Menulis Rumusan Capaian Pembelajaran
Rumusan capaian pembelajaran perlu disusun secara jelas, terukur, dan dapat diamati pencapaiannya. Dalam perancangan pembelajaran bauran, rumusan capaian pembelajaran dapat dikembangkan dengan memperhatikan empat unsur utama, yaitu Audience (A), Behavior (B), Condition (C), dan Degree (D).
Langkah-langkah dalam menyusun rumusan capaian pembelajaran meliputi:
- Menentukan perilaku atau kemampuan yang diharapkan (Behavior): Pilih satu kata kerja operasional yang menggambarkan kemampuan yang harus ditunjukkan mahasiswa (mengacu Taksonomi Bloom revisi Anderson & Krathwohl).
- Menentukan kondisi pencapaian (Condition): Tetapkan kondisi, situasi, sumber, alat, atau konteks tempat mahasiswa menunjukkan kemampuan tersebut.
- Menentukan tingkat pencapaian (Degree): Tentukan kriteria atau standar minimum (ketepatan, kualitas hasil, kelengkapan, dsb.) yang menunjukkan bahwa capaian telah terpenuhi.
- Menyusun rumusan capaian pembelajaran secara utuh: Gabungkan unsur-unsur tersebut ke dalam satu rumusan kalimat yang komunikatif.
Pola ABCD: Audience + Behavior + Condition + Degree
Contoh: "Setelah mempelajari materi dan mengikuti kegiatan diskusi (C), mahasiswa (A) mampu menganalisis karakteristik media pembelajaran digital berdasarkan prinsip pemilihan media yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik (B) dengan ketepatan sekurang-kurangnya 80% berdasarkan kriteria penilaian yang ditetapkan (D)."
Memetakan dan Mengorganisasikan Materi Pembelajaran
Setelah CPMK ditetapkan, dosen memetakan bahan kajian atau materi yang diperlukan untuk mendukung pencapaiannya. Pemetaan dilakukan dengan mengidentifikasi cakupan materi, kemudian mengelompokkannya ke dalam pokok bahasan, subpokok bahasan, dan pokok-pokok materi.
Dalam perancangan pembelajaran bauran di UPI, pengorganisasian materi perlu memperlihatkan hubungan antara setiap bahasan dan capaian pembelajaran yang dituju. Secara operasional, pengorganisasian materi dilakukan melalui tahapan berikut:
- CPMK digunakan untuk menentukan ruang lingkup utama atau pokok bahasan.
- Sub-CPMK digunakan untuk mengidentifikasi subpokok bahasan yang diperlukan untuk mencapai CPMK.
- Setiap subpokok bahasan diuraikan kembali menjadi pokok-pokok materi yang perlu dipelajari mahasiswa.
- Pokok materi kemudian disusun berdasarkan hubungan prasyarat, tingkat kompleksitas, atau urutan proses belajar yang paling sesuai.
Contoh Pemetaan Materi/Bahan Kajian
CPMK: Mahasiswa mampu merancang satu skenario pembelajaran blended berdasarkan capaian pembelajaran, karakteristik materi, dan karakteristik mahasiswa dengan menggunakan kombinasi setting belajar yang tepat.
Sub-CPMK:
- Mahasiswa mampu menjelaskan prinsip dan karakteristik pembelajaran blended.
- Mahasiswa mampu menentukan setting belajar yang sesuai berdasarkan capaian pembelajaran dan karakteristik aktivitas belajar.
- Mahasiswa mampu memilih aktivitas pembelajaran sinkron dan asinkron yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
- Mahasiswa mampu menyusun skenario pembelajaran blended yang mengintegrasikan aktivitas tatap muka dan daring secara sistematis.
| Pokok Bahasan | Subpokok Bahasan | Pokok Materi |
|---|---|---|
| Perancangan Pembelajaran Blended | Konsep Pembelajaran Blended | Pengertian pembelajaran blended; karakteristik blended learning; kontinum Adjunct–Mixed/Blended–Fully Online; prinsip integrasi tatap muka dan daring |
| Setting Belajar | Konsep sinkron dan asinkron; Sinkron Langsung; Sinkron Maya; Asinkron Mandiri; Asinkron Kolaboratif | |
| Aktivitas Pembelajaran Blended | Aktivitas sinkron langsung; aktivitas sinkron maya; aktivitas asinkron mandiri; aktivitas asinkron kolaboratif; keterkaitan aktivitas dengan capaian pembelajaran | |
| Perancangan Skenario Pembelajaran | Analisis CPMK/Sub-CPMK; pemilihan setting belajar; pemilihan aktivitas; pemilihan media dan teknologi; penyusunan alur pembelajaran blended |
Menentukan Aktivitas Pembelajaran Sinkron dan Asinkron
Tahap berikutnya adalah menetapkan aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan secara sinkron dan asinkron. Dosen menelaah capaian pembelajaran serta karakteristik setiap pokok atau subpokok bahasan untuk menentukan bentuk pembelajaran yang sesuai.
Pembelajaran sinkron dapat dilaksanakan melalui tatap muka langsung maupun pertemuan virtual pada waktu yang sama. Sementara itu, pembelajaran asinkron dapat berlangsung melalui kegiatan belajar mandiri atau kolaboratif tanpa mengharuskan seluruh peserta terlibat pada waktu yang bersamaan.
Kerangka Pengalaman Belajar
Tabel Matriks Seting Belajar dan Aktivitas Pembelajaran
| Seting Belajar | |||
|---|---|---|---|
| Sinkron | Asinkron | ||
| Sinkron Langsung (SL) | Sinkron Maya (SM) | Asinkron Mandiri (AM) | Asinkron Kolaboratif (AK) |
|
|
|
|
Merancang Aktivitas Pembelajaran Asinkron
Perancangan difokuskan pada capaian pembelajaran dan pokok bahasan yang telah ditetapkan untuk dipelajari secara asinkron, baik melalui kegiatan mandiri maupun kolaboratif.
| Subpokok Bahasan | Pokok Materi | Strategi Pembelajaran Asinkron | |||
|---|---|---|---|---|---|
| Asinkron Mandiri (Media Digital) |
Tes | Diskusi Daring (AK) |
Tugas Daring (AK) |
||
| Konsep Media Pembelajaran | Pengertian media pembelajaran |
|
Mencocokkan | Membandingkan karakteristik dan kesesuaian dua jenis media untuk tujuan pembelajaran yang sama melalui forum diskusi. | Menganalisis kesesuaian media pada satu kasus pembelajaran berdasarkan tujuan, karakteristik mahasiswa, dan kondisi pembelajaran, lalu menyusun rekomendasi secara berkelompok. |
| Fungsi media pembelajaran |
|
Mencocokkan | |||
| Prinsip pemilihan media |
|
Pilihan ganda | |||
| Karakteristik media pembelajaran |
|
Pilihan ganda | |||
Merancang Aktivitas Pembelajaran Sinkron
Perancangan aktivitas sinkron mengacu pada capaian pembelajaran yang memerlukan interaksi pada waktu yang sama. Berikut adalah rancangan pembelajaran sinkron langsung dan sinkron maya:
| Contoh Rancangan Pembelajaran Sinkron Langsung (SL) | ||||
|---|---|---|---|---|
| Subpokok Bahasan | Pokok Materi | Metode | Media | Asesmen / Penilaian |
| Pemanfaatan Media Pembelajaran | Prinsip pemanfaatan media pembelajaran | Demonstrasi dan presentasi | Video contoh penggunaan media dan slide presentasi | Penilaian kelompok melalui tugas terpadu. |
| Kesesuaian media dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mahasiswa | Presentasi dan demonstrasi | Video kasus pembelajaran dan slide presentasi | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Teknik penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran | Presentasi dan demonstrasi | Contoh media pembelajaran dan slide presentasi | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Penyusunan rancangan pemanfaatan media pembelajaran | Demonstrasi dan praktik | Slide presentasi dan lembar kerja perancangan | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Tugas Kelompok: Berdasarkan satu kasus pembelajaran, susun rancangan pemanfaatan media yang mencakup pilihan media, alasan pemilihan, dan langkah penggunaannya sesuai tujuan, karakteristik mahasiswa, serta kondisi pelaksanaan. | ||||
| Contoh Rancangan Pembelajaran Sinkron Maya (SM) | ||||
|---|---|---|---|---|
| Pokok Bahasan | Pokok Materi | Metode | Media & Sumber Belajar | Asesmen / Penilaian |
| Alur Kerja Tim Pengembang Media Pembelajaran | Peran dan karakteristik tim pengembang media pembelajaran | Presentasi dan diskusi | Slide presentasi melalui konferensi video | Tugas kelompok terpadu yang mencakup seluruh pokok materi. |
| Analisis kebutuhan media pembelajaran | Dialog narasumber dan tanya jawab | Narasumber melalui konferensi video & contoh dokumen analisis kebutuhan | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Perancangan media pembelajaran | Dialog narasumber dan tanya jawab | Narasumber melalui konferensi video & contoh storyboard | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Pengembangan media pembelajaran | Dialog narasumber dan tanya jawab | Narasumber melalui konferensi video & contoh prototipe media | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Implementasi media dalam pembelajaran | Dialog narasumber dan tanya jawab | Narasumber melalui konferensi video & contoh penerapan media | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Evaluasi media pembelajaran | Dialog narasumber dan tanya jawab | Narasumber melalui konferensi video & contoh instrumen evaluasi media | Bagian dari tugas kelompok terpadu. | |
| Tugas Kelompok: Berdasarkan satu kasus pengembangan media pembelajaran, jelaskan langkah kerja tim dari analisis kebutuhan hingga evaluasi, pembagian peran, dan hasil setiap tahap. Presentasikan dalam pertemuan virtual untuk memperoleh umpan balik. | ||||
